site hit counter
  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

  • Welcome to APIKRI
  • Call Us: (+62-274) 389990

Get To Know Apikri's Eco Coffin History

  • 2022 May 07
  • Posted By : Apikri

Eco coffin become APIKRI�s best product which has been exported to various countries in the world. The marketing of this eco coffin product began in 2007. At that time KSU APIKRI participated in the World Fair Trade Organization (WFTO) conference in Belgium. APIKRI met with buyers from the United Kingdom (UK).

Amir Panzuri, APIKRI�s representative went to the conference explained the various natural ingredients available in Indonesia. These natural ingredients can be processed into high-value products, one of which is eco coffin.

Buyers also show interest in products with environmentally friendly materials or natural ingredients from Indonesia. The purchase from England is the first purchase that has succeeded in making APIKRI proud.

APIKRI continues to improve the quality of eco coffin products. The craftsmen at APIKRI produce eco coffin with several types, namely adult, baby and pet sizes, which will then be put into an ashes jar.

It is known, currently APIKRI can send 40 bits every month. From the first buyer, of course, it is not a barrier for APIKRI to develop to market to a wider range.

In England, there is a custom where someone who is about to die will give a message to his family if they will use an environmentally friendly coffin. This indicates that he has sympathy and wants to participate in protecting the earth even though he has died.

Recentlh, there are many coffins made of hard wood or metal at high prices. In fact, the use of large amounts of wood will have an impact on the environment because of the large-scale felling of trees in forests in Indonesia.

Therefore, APIKRI minimizes the use of wood for coffins by using natural materials that are easily available and quickly harvested. The use of wood in natural coffins is only used for the base of the coffin.

The development of eco coffin products affects the need of labor, therefore it can reduce the number of unemployed in the area. APIKRI hopes that eco coffin will become one of the best products so that it can support the life of APIKRI and the craftsmen. Currently, APIKRI has marketed coffins to several countries, even eco coffin has been made by 100 craftsmen involved.

Mengenal Sejarah Eco coffin Di APIKRI

Eco coffin saat ini menjadi produk unggulan APIKRI yang telah diekspor ke berbagai negara di dunia. Pemasaran produk eco coffin ini berawal di tahun 2007. Kala itu KSU APIKRI mengikuti kegiatan konferensi World Fair Trade Organization (WFTO) di Belgia. APIKRI dipertemukan dengan buyer yang berasal dari United Kingdom (UK).

Amir Panzuri, perwakilan dari APIKRI yang berangkat ke konferensi itu memaparkan berbagai bahan alami yang tersedia di Indonesia. Bahan-bahan alami itu bisa diolah menjadi produk yang bernilai tinggi salah satunya adalah eco coffin.

Pembeli pun menunjukkan ketertarikannya terhadap produk-produk dengan bahan yang ramah lingkungan atau bahan natural dari Indonesia. Pembelian dari Inggris menjadi pembelian pertama yang berhasil membuat APIKRI berbangga.

Dari sinilah, APIKRI terus meningkatkan kualitas produk eco coffin. Para perajin di APIKRI memproduksi eco coffin dengan beberapa tipe, yakni ukuran dewasa, bayi dan hewan peliharaan yang nantinya abu kremasi dimasukkan ke dalam toples abu.

Diketahui, APIKRI saat ini dapat mengirim 40 bits setiap bulan. Dari buyer pertama tentunya bukan menjadi suatu penghalang untuk APIKRI bisa berkembang memasarkan ke jangkauan yang lebih luas.

Di Inggris, ada sebuah kebiasaan di mana seseorang yang akan meninggal akan memberikan pesan pada keluarganya jika mereka akan menggunakan peti mati berbahan ramah lingkungan. Hal ini menandakan bahwa ia memiliki simpati dan turut ingin berpartisipasi untuk menjaga bumi meski sudah meninggal.

Saat ini, ada banyak peti mati yang berbahan dasar kayu keras atau logam dengan harga yang mahal. Padahal, pemakaian kayu dengan jumlah yang banyak akan berdampak pada lingkungan karena penebangan pohon yang besar-besaran pada hutan yang ada di Indonesia.

Oleh sebab itu, APIKRI meniminalkan penggunaan kayu untuk peti mati dengan cara menggunakan bahan-bahan natural yang mudah didapatkan dan cepat dipanen. Penggunaan kayu pada peti mati berbahan natural hanya digunakan untuk dasar peti mati saja.

Berkembangnya produk coffin sendiri berpengaruh terhadap kebutuhan tenaga kerja, hal itu dapat mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut. APIKRI berharap bahwa eco coffin menjadi salah satu produk unggulan sehingga bisa menjadi penopang untuk kehidupan APIKRI dan para pengrajin. Saat ini APIKRI sudah memasarkan peti mati ke beberapa negara, bahkan eco coffin sudah dibuat oleh 100 perajin yang terlibat.